Welcome to "Reduce Junk Food" Campaign..

We invite you all to visit this blog and get so many information about junk food, so that we together can reduce it..
"Less is healthier"
Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2011

WHO Larang Junk Food Masuk Sekolah

Dampak Junk Food pada anak
         Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah membuat larangan untuk tidak menjual dan tidak memasang iklan makanan cepat saji yang termasuk dalam junk food di area sekolah dan taman bermain. Hal ini bertujuan untuk mempromosikan diet sehat dan mencegah obesitas pada anak. "Peraturan ini untuk menjauhkan anak-anak dari segala bentuk pemasaran makanan tinggi lemak jenuh, asam trans-lemak, gula atau garam," jelas badan kesehatan PBB.
       WHO menjelaskan, peraturan tersebut meliputi tempat menyusui, taman bermain, sekolah, halaman sekolah, pusat pra-sekolah, klinik keluarga, juga tempat pelayanan olahraga dan budaya. Menurut WHO, ada sekitar 43 juta anak pra-sekolah yang mengalami obesitas (kegemukan) atau kelebihan berat badan. "Anak-anak di seluruh dunia yang terkena pemasaran makanan tinggi lemak, gula atau garam, dapat meningkatkan potensi generasi muda mengembangkan penyakit menular selama hidup mereka," katanya. WHO juga memperingatkan, 6 dari 10 kematian setiap tahun diakibatkan oleh penyakit jantung, kanker, diabetes dan penyakit paru-paru kronis. Faktor umum dari empat penyakit utama tersebut adalah pola makan yang buruk.

Referensi:
http://health.detik.com/read/2011/01/24/102316/1552894/763/who-junk-food-tak-boleh-dijual-di-sekolah

Senin, 06 Juni 2011

Menyulap Sekolah Jadi Kebun Sayur

Halaman sekolah-sekolah dasar di Manila, Filipina, diubah menjadi kebun sayur, sebagai perlawanan terhadap budaya makan junk food yang datang dari Amerika Serikat. Anak-anak SD diajari cara menanam dan merawat serta dibiasakan menyantap berbagai sayuran khas, seperti terung, daun kelor, okra, dan beligo.

Berbagai masakan tradisional Filipina yang menggunakan sayur-sayuran ini makin jarang disajikan di rumah-rumah karena kalah populer dengan makanan cepat saji. Survei Gizi Nasional tahun 2009 menunjukkan, 27 persen penduduk dewasa di Filipina kelebihan berat badan dan 25 persen menderita hipertensi akibat kebiasaan menyantap makanan cepat saji yang mengandung garam dan lemak tinggi.

Ahli gizi Dulce Aranda mengatakan, program memakan sayuran itu mulai memperlihatkan dampak positif bagi anak sekolah. ”Data menunjukkan, mereka jadi lebih sehat, lebih menyimak di kelas, dan berprestasi lebih baik,” kata Aranda.

Semoga Indonesia bisa meniru langkah mereka... Reduce Junk Food, 'cause less is Healthier :)

Referensi:
http://nasional.kompas.com/read/2011/01/17/08592223/